Menurut Kantor Berita Internasional ABNA, pakar masalah agama, Hujjatul Islam Mohammad Mahdi Mandegar mengatakan tentang mengajarkan makna Idul Ghadir kepada anak-anak dan remaja: "Kita harus mengingatkan orang yang kita cintai, bahwa perantara nikmat Ilahi di muka bumi adalah kehadiran Nabi Muhammad saw dan Ahlulbait as. Kita bisa bertanya kepada anak dengan bahasa yang sederhana seperti menunjukkan tangan, kaki, telinga, mata, akal bahkan materi apakah nikmat tersebut berharga atau tidak, jawabannya pasti iya. Maka katakanlah berkah ini disebabkan oleh keberadaan Ahlulbait as. Hal ini akan meningkatkan kecintaan mereka terhadap Ahlulbait as."
"Dalam memahami Idul Ghaidr, kita bisa memberikan beberapa contoh sederhana yang dapat diceritakan kepada anak-anak. Misalnya, jika kita membawa anak-anak ke ruangan gelap yang penuh fasilitas dan bertanya kepada mereka, apakah fasilitas tersebut dapat digunakan? Jawaban mereka adalah tidak. Kalau kita nyalakan listrik dan ulangi pertanyaannya lagi pasti jawab, kita bisa pakai fasilitasnya. Di sini kita dapat memberitahu mereka bahwa sebagaimana cahaya membantu penglihatan kita, kehadiran Imam Ali as dan Ahlulbait as juga membantu kita dalam kehidupan." Tambahnya.
Pendawak ini kemudian lebih lanjut mengatakan: "Kita dapat mengingat kenangan akan ladang ranjau di mana sebuah batalion terjebak di dalamnya. Setiap orang menunggu pemandu atau perusak datang dan membuka jalan. Kita harus memperingatkan anak-anak bahwa dunia adalah ladang ranjau, tambangnya adalah kekayaan, ketenaran, nafsu, kekuasaan, dan kepemimpinan duniawi. Manusia masa kini telah menginjak ranjau yang disebutkan di atas dan dihancurkan. Ketika Allah telah memberi kita petunjuk seperti Imam Ali as dan kita mengikuti petunjuknya, ma kita dapat dengan mudah melewati ladang ranjau ini hingga ladang ranjau ini tidak akan membahayakan kita dan kita bisa sampai pada ujung perjalanan dengan mendapat kebahagiaan di akhirat."
"Misalkan seseorang kebingungan di jalan dan tidak tahu tujuan mana yang harus dipilih. Seperti orang yang sedang kebingungan dalam memilih bidang, istri dan pekerjaan serta sedang mencari seseorang untuk membimbingnya serta memberikan saran dan solusi terbaik. Wilayah menunjukkan kepada kita tujuan terbaik untuk kemajuan dan kita dapat menemukan jalan hidup yang benar dengan mempercayai dan mengandalkan para imam." Lanjutnya.
Mandegar juga berkata: "Kegembiraan pada Idul Ghadiri harus kita definisikan untuk setiap spektrum dan usia. Anak-anak senang dengan pakaian dan mainan baru, dan ketika ibu dan ayah mereka memberi mereka hadiah pada hari ini, hal itu terpatri dalam pikiran mereka, dan setiap kali mereka menerima sesuatu, mereka berkata pada diri mereka sendiri, Oh! Idul Ghadir telah tiba. Dengan melakukan ini, kita menciptakan kasih sayang dan cinta Imam Ali as di hati anak-anak."
Cendekiawan muslim Iran ini juga menyinggung anak-anak tertindas di Palestina dan Gaza dan berkata: "Sangat baik bahwa kampanye telah dibuat untuk menyumbangkan mainan kepada anak-anak Palestina yang tertindas. Ketika kita menyiapkan hadiah untuk anak-anak ini dan sampai kepada mereka, dapat dipastikan bahwa cinta kepada Imam Ali as dan wilayat akan bertambah di hati mereka."